Tutorial Konfigurasi dan Kustomisasi Xterm Terminal

Xterm merupakan terminal emulator default untuk X window system, bukan hanya itu saja ini terminal emulator terbaik yang pernah saya pakai sebelumnya.

Saya mulai mengenal terminal emulator yang satu ini di arch linux dan mulai menyukainya, entah mengapa saya begitu atau mungkinkah karena ini hasil konfigurasi sendiri atau gimana.

Untuk pertama kali melihatnya, sejak pertama kali saya menggunakan linux dulu pada saat saya belum mempunyai PC saya sudah memasang backtrack 5 di android saya, tetapi tidak pernah menggunakannya.

Yang pasti terminal emulator yang satu ini enak di lihat, dan membuat saya betah memakainya.

Oke mari kita mulai konfigurasi xtermnya,

Konfigurasi Xterm Terminal Linux

xterm terminal configuration

1# File Konfigurasi Xterm


Biasanya pengguna akan meletakkan file konfigurasinya di home dengan memberi nama file konfigurasinya .Xdefaults dan .Xresources 

Tetapi disini saya akan memakai .Xresources sebagai file konfigurasi dari Xterm.

Untuk memulai konfigurasi xterm, letakkan kode konfigurasi di bawah ini di file tersebut. Saya juga akan menjelaskan setiap kodenya.

2# Kode Konfigurasi dan Penjelasannya 

SaveLines

XTerm*saveLines: 16384

Menentukan jumlah garis untuk disimpan di luar bagian atas layar ketika bilah gulir dihidupkan, defaultnya 64 tapi disini saya isi 16384.

Mengatur Warna Background

XTerm*background: #000

Mengubah warna background xterm dengan hex color, disini saya mengubahnya menjadi warna hitam jika anda ingin mengubahnya lagi silahkan ganti #000 dengan hex color yang anda inginkan, kalian bisa cari di google dengan keyword "hex color picker".

Mengatur Warna Foreground

XTerm*foreground: #FFF

Ini mengubah warna foreground xterm dengan kata lain, mengubah warna teksnya. kalian bisa mengubah dengan cara sebelumnya seperti saat mengubah background.

Mengatur Jenis Terminal Yang di Gunakan

XTerm*termName: xterm-256color

Untuk mengubah TERM variable di terminal anda, diatas saya menggunakan xterm-256color.

Mengatur Local UTF-8

XTerm*locale: true

Mengatur locale,jika anda belum mengatur localenya anda harus mengisi kode ini juga di file .Xresources anda.

Menghidupkan Fitur ScrollBar

XTerm*scrollBar: true
XTerm*scrollbar*width: 8

Untuk menghidupkan fitur scrollbar.

Menentukan Ukuran Window 

XTerm*geometry: 80x32

Untuk mengubah ukuran windownya saat pertama kali di buka, untuk milik saya 90x30

Mengatur Jenis Font dan Ukurannya

XTerm*faceName: DejaVu Sans Mono:style=Book:antialias=false
XTerm*faceSize: 8

Untuk mengatur jenis font di faceName, dan ukuran font di faceSize.

Tips ! Untuk mencari font yang sudah ada di sistem operasi linux anda bisa jalankan command ini.

$ fc-list

Nah, setelah selesai maka output yang akan ditampilkan daftar font yang sudah ada di sistem operasi linux anda seperti dibawah ini.

/usr/share/fonts/100dpi/courB18.pcf.gz: Adobe Courier:style=Bold
/usr/share/fonts/100dpi/helvBO18.pcf.gz: Adobe Helvetica:style=Bold Oblique
/usr/share/fonts/100dpi/UTRG__12.pcf.gz: Adobe Utopia:style=Regular
...

anda fokus kebagian yang saya tebalkan dan ubah hasil dari faceName dengan nama font yang sudah saya tebalkan tadi, sebagai contoh.

XTerm*faceName: Adobe Courier
XTerm*faceSize: 8

Mengatur shell session sebagai login shell

XTerm*loginShell: true

3# Menerapkan Konfigurasi Xterm

Setelah anda membuat file .Xresources dan mengisi dengan kode diatas lalu menyimpannya, itu bukan berarti bahwa konfigurasinya sudah aktif atau sudah diterapkan.

Untuk mengaktifkan konfigurasinya anda harus merge .Xresources dengan command berikut ini.

$ xrdb -merge ~/.Xresources

Tutup xterm, lalu buka lagi, dan perhatikan perubahan yang terjadi,
Cukup sekian untuk tutorial kali ini akhir kata terimakasih, dan semoga berhasil !

Comments